“Apakah manusia mengira bahwa mereka akan dibiarkan hanya dengan mengatakan, “kami telah beriman”, dan mereka tidak diuji?. Dan sungguh kami telah menguji orang-orang sebelum mereka, maka Allah pasti mengetahui orang-orang yang benar dan pasti mengetahui orang-orang yang dusta.” (Al‘Ankabut:2-3).
Ya, ini ujian,
Dari Allah untuk kesabaranmu,
Sebagaimana Ismail dapat atasi,
Dia (Ismail) menjawab, “Wahai ayahku! Lakukanlah apa yang diperintahkan (Allah) kepadamu; insya Allah kamu akan mendapatiku termasuk orang yang sabar.” (QS. Ash-Shaaffaat: 102).
Mas M yang baik pagi itu menjahili dik I yang hendak ikut praktikum pemeliharaan kesehatan babi. Katanya,
“Kenapa praktik memeriksa babi? itu kan binatang haram?”
Mas I hanya nyengir kuda,
“Ya, mbuh, ya, wong dosennya yang minta gitu.”
Lalu keluarlah kata manis emas dari mas Z yang sedari tadi menguping:
“Eh, jangan menghina babi, mas M. Babi itu binatang mulia. Berapa kali Qur’an menyebut kata babi dan berapa kali Qur’an menyebut namamu? Kata babi jauh lebih banyak disebut daripada namamu, kan?”
Mungkin menurut keyakinan mas Z, manusia tak perlulah mengejek atau merendahkan orang lain atau benda lain; toh semuanya diciptakan Allah dalam keadaan dan bentuk yang sebaik-baiknya (ahsani taqwim).